Huawei jelas kelabakan karena perusahaan asal AS dipersulit berbisnis dengan mereka. Tak boleh lagi memakai OS Android atau pun lisensi prosesor ARM misalnya, adalah masalah yang amat pelik.
"Kebanyakan perusahaan teknologi yang terlibat di sini adalah korban dari perang yang lebih besar. Mungkin ada alasan valid mencekal Huawei dari jaringan 5G negara barat. Tapi menyerang bisnis smartphone dan laptop Huawei tak ada atau sedikit hubungannya dengan 5G," tulis kolumnis teknologi Guardian, John Naughton, seperti dikutip mahesaID, Rabu (5/6/2019).
Baca juga: Daftar Game yang Bakal Hadir di Google Stadia
Ia melanjutkan, saat ini dunia kembali terbelah. Dulu, ada pertarungan superpower antara AS dan Uni Soviet. Kini, kemungkinan ada perang teknologi antara AS lawan China. Melesatnya industri teknologi China barangkali bikin AS gusar.
"Tapi jika AS berpikir pemerintah China membiarkan perusahaan bintangnya hancur tanpa balasan, mereka berilusi," kata John menandaskan.
Ia menyinggung soal kemungkinan larangan ekspor logam tanah jarang oleh China, yang amat krusial bagi industri pertahanan AS. Menurut dia, perang baru saja dimulai.