Meskipun sudah umum, tampaknya pemakaiannya tetap harus hati-hati. Seorang wanita baru-baru ini dipecat atasannya karena membalas pesan teks dengan emoji.
Seorang pekerja di Changsa, Yunan, China baru-baru ini dipecat oleh manajernya. Alasannya tak disangka, karena penggunaan emoji. Hal tersebut terjadi ketika wanita tersebut diminta bosnya untuk mengumpulkan dan mengirim sejumlah dokumen melalui aplikasi pesan WeChat. Pekerja itu lalu mengirim emoji 'OK' sebagai tanda mengerti.
Tak disangka karena hal tersebut ia mendapat masalah besar. Manajer tampaknya tersinggung melihat ikon bergambar jari telunjuk dan ibu jari yang membentuk huruf O itu. Tak lama kemudian manajer langsung memecat pekerja malang tersebut dengan alasan kurang disiplin.
"Kamu seharusnya bilang 'diterima' jika kamu menerima pesanku. Apakah ini caramu mengonfirmasi permintaan," balas manajer itu setelah melihat emoji OK.
Baca juga: Kisah Hilangnya Ratusan Candi dan Patung Emas di Dieng
Percakapan pekerja yang dipecat setelah membalas pesan dengan emoji OK dalam group chat itu pun jadi viral. Karyawan tersebut buka suara mengenai pengalamannya yang kurang menyenangkan ini.
"Itu benar. Pengunduran diriku masih diproses," ungkapnya kepada BTime.
"Aku sudah lama bekerja dan ini pertama kalinya aku menghadapi hal bodoh seperti ini. Aku orang yang bisa mengendalikan emosi jadi aku tidak kehilangan kendali saat itu. Tapi semua rekanku setuju bahwa dia sudah keterlaluan," tambahnya.
Hal ini mendapatkan perhatian dari para netizen yang membela pekerja itu.
"Ini adalah alasan paling menggelikan untuk memecat seseorang," kata komentator.
"'Roger?' Apa dia pikir dia James Bond. Apa bosnya harus membalas dengan 'copy'?," tulis yang lain.