Pensiunan dosen filsafat Robert T. Carroll dari Sacramento City College adalah salah satu yang sering mengaitkan pareidolia setiap muncul gambar 'penampakan' viral di internet. Menurutnya kadang ilusi atau mispersepsi membuat kita bisa melihat gambar buram seperti hal yang jelas.
Baca juga: Ternyata Menangisi Mantan Juga Bisa Bikin Kurus Lho
"Pareidolia menjelaskan penampakan Elvis, Bigfoot, hingga monster Loch Ness. Pareidolia juga menjelaskan begitu banyak penampakan dan penglihatan religius," tulis Robert dalam situs pribadinya Skepdic.
Pembawa acara SciShow Hank Green menjelaskan kalau pareidolia kadang dimanfaatkan dari sisi psikologis yaitu tes tinta Rorschach untuk memprediksi kepribadian seseorang.
"Pareidolia bisa terjadi pada siapa saja, tapi tidak seperti halusinasi," kata Hank.
Hank menyebut paradolia bisa terjadi secara otomatis ketika otak berpikir bahwa ia bisa melihat 'sesuatu' dan berusaha menebaknya. Studi yang dipublikasi dalam jurnal Cognitive Psychology tahun 2012 melihat kalau fenomena paradolia lebih sering terjadi pada orang yang memiliki tingkat kepercayaan supernatural tinggi.
Dalam kasus pocong Kedungwaru Kidul sang pemilik foto melalui akun Instagramnya, @artbiz360, menyebut gambar terjadi karena gangguan dari serangga yang menempel di lensa.